Cari Bokep lainnya di sini

Memuat...

Cerita Dewasa Ngentot Memek Memek Janda Beranak-1

Written By Satria Bergitar on Minggu, 30 Oktober 2011 | 10.06

Agneta - Janda Muda Beranak 1
Lama blog memek kontol ini ga pernah cerita-cerita lagi. Ada yang special buat para memekr's hari ini. Yup, today ane punya persembahan bacaan cerita ngewe ni gan. Judulnya "cerita dewasa ngentot memek memek janda beranak-1". Mantap kan!? Ya udah, cukup pembukaan awal postnya, ga perlu lagi banyak cingcong, langsung aja di nikmati gan ceritanya.

Cerita dewasa ngentot memek memek janda beranak-1 ini masih sangat hangat di memoriku, terjadi pada beberapa bulan yang lalu dan. mungkin orang menganggap aku terlalu dini untuk mengenal sex. Tapi inilah kenyataanya berawal dari hanya melakukan onani hingga aku ketagihan melakukannya. Gak usah panjang lebar basa basinya, kita kembali pada cerita aku mengentoti memek memek janda muda dan cantik ini.

Aku mempunyai seorang temen cewek, yang memang sudah menjanda setengah tahun yang lalu. Sebut saja namanya Wanda. Dari postur tubuhnya boleh dijamin semua kontol yang melihatnya pasti akan tergiur untuk mencicipinya. Wanda mempunyai tinggi kurang lebih 161 cm, 45 kg dan menggunakan bra ukuran 36C, ini ku ketahui itu aku ketahui ketika aku ngentot memek Wanda, dan kulitnya kuning langsat. Dengan wajah layaknya wanita kampus, dan tidak terlihat sama sekali kalau dia juga seorang hyper sex, sama seperti aku.

Beruntung Aku memiliki penampilan dan body yang cukup lumayan, sehingga Aku tidak mengalami kesulitan dalam mencari teman untuk melepas birahi, apalagi ditambah dengan ukuran Aku yang boleh dibilang lebih dari rata-rata. Wajar saja kalau teman cewek Aku rajin mengontak Aku disaat mereka butuh dan begitupun juga sebaliknya.

Suatu hari, Wanda menelpon Aku. Dia cerita bahwa dia punya teman kost baru, dan cakep pula. Dia juga bilang kalau temannya itu mirip artis ternama di ibukota, yang namanya sudah terkenal. Dia janji mau mengenalkan Aku ke dia. Maka kemudian Aku dan Wanda membuat suatu janji pertemuan di hari Sabtu.

Pada hari yang telah di janjikan, Aku telah membuka sebuah kamar di daerah Juanda, dan seperti yang telah direncanakan, Wanda datang membawa seorang temannya yang bernama Agneta.

"Tok.. tok.. tok..!" 3 kali Aku dengar ketokan pintu, maka secara otomatis Aku membukakan pintu.
Begitu pintu terbuka, terlihatlah Wanda yang sedang tersenyum kepada Aku, dan di belakangnya tampak temannya yang akan dikenalkan ke Aku. Dan benar saja, temannya itu menang benar mirip sekali dengan artis ibukota yang Wanda ceritakan.

"Net, kenalin donk.. ini loh temen aku yang aku mau kenalin ke kamu." begitu ucap Wanda sambil masuk ke kamar.
"Oh iya, aku Agneta biasa di panggil Neta.. dan kamu sapa..?" sapanya ramah.
Aku sempat terdiam sewaktu Agneta menjulurkan tangannya, karena Aku tidak habis pikir kalau janda ini begitu cantiknya, dan Aku harus dapat mencicipi memek nya hari ini juga.

"Hmm, nama aku Nigel " begitu Aku sadar, langsung Aku merespon dengan julurkan tangan.Hmm, kulitnya halus juga, pikir Aku. Kalau dari yang Aku lihat, Agneta ini sedikit lebih pendek dari Wanda, tetapi dia mempunyai payudara yang lebih besar daripada Wanda. Kira-kira tingginya 160 cm, 45 kg, dan Aku rasa ukuran dadanya 34C, soalnya dadanya besar sekali.

"Eh, kamu berdua jangan diem gitu donk, kasih aku minum kek..!" tiba-tiba suara Wanda memecahkan kesunyian yang ada.
"Oh iya, sori Wan, tuh kamu ambil aja deh di kulkas..!" jawab Aku sekenanya.
"Gini..," kata Wanda. "Temen aku Agneta ini seorang janda anak satu, tapi kamu pikir deh, umurnya baru 23 dan body-nya masih segini, ngga kecewa donk kamu aku bawain yang kaya gini." lanjut Wanda lagi.
"Ah elu bisaan aja Wan," sahut Agneta dengan tersipu, sehingga tampaklah wajahnya yang sedikit memerah.
Aduh.., ini membuat Aku jadi sange saja.

Tiba-tiba saja Agneta menarik Wanda ke kamar mandi.
"Ikut aku bentar deh Wan..!" kata Agneta.
Lalu Wanda dengan terburu buru juga ikut dan sambil bicara kepada Aku, "Dah kamu tiduran aja dulu di ranjang, temen aku mau bilang sesuatu kali nih ke aku."

Tidak lama mereka keluar dari kamar mandi.
"Eh sori yach tadi sempet bikin kamu kaget." kata Agneta.
"Eh, ngga apa-apa kok." jawab Aku masih bingung.
"Emangnya kenapa sih tadi..?" Aku masih bingung.
"Udah deh kamu ngga usah tau, urusan perempuan kok barusan, yang penting sekarang kamu santai aja di ranjang kamu dan ikutin permainan aku." timpalnya lagi.

"Wah-wah-wah, permainan apa lagi nih..?" pikir Aku dalam hati.
Tapi Aku sudah senang sekali, apalagi Aku melihat Wanda tersenyum nakal ke arah Aku. Duh, Aku jadi tambah sange saja deh.
"Sebelum aku kasih kamu ijin, jangan sekali kali kamu sentuh aku, ok..?" kata Agneta.
"Ok-ok deh..," jawab Aku meskipun Aku masih agak bingung dengan arah permainannya.

Tiba-tiba saja Agneta langsung mendekati ke ranjang dan segera menciumi Aku di bibir. Yach sudah otomatis Aku akan merespon juga donk. Lidah kami saling 'bergerilya', sedangkan Aku hanya boleh telentang saja di ranjang. Kemudian ciuman Agneta turun ke leher Aku, hm.. enaknya pikirku. Dijilatinnya leher Aku, terus dia juga menjilati telinga ku.
Tanpa sadar Aku mendesah, "Ahh, enak, Net, terusin dong..!"

"Sekarang aku bukain baju kamu, tapi inget..! Tangan kamu tetep diam aja yach, jangan sentuh aku sebelum aku kasih ijin..!" sahutnya lagi.
"Aduh sengsara banget nih..! Masa mau ML tapi tangan aku ngga boleh megang-megang sih..!" pikir Aku dalam hati.

Dengan cepet Agneta membuka baju Aku dan langsung dilempar. Dengan sigapnya Agneta langsung bergerilya di dada Aku, bagaikan seseorang yang lama tidak mendapatkan tubuh laki-laki. Digigitnya kedua puting Aku.
"Ahh, enak gigitan kamu," Aku mendesah pelan.
Samar-samar Aku melihat Wanda duduk di samping Aku sambil memperhatikan wajah Aku dan dia tersenyum.

Tanpa sadar tangan Aku mencoba mencari payudara Agneta untuk Aku remas-remas. Eh tanpa Aku duga, tiba-tiba saja tangan Aku ditepis oleh Agneta dan Wanda.
"Aku kan udah bilang, kalo belum aku kasih ijin jangan sentuh aku..!" kata Agneta.
"Iya, kamu tuh gimana sih..?" kata Wanda, "Ikutin donk permainannya Agneta..!" lanjut Wanda.
"Yach habis gimana donk..? Namanya juga reflek..!" timpal Aku sambil mendesah dan agak kecewa.

"Pokoknya kamu sabar deh..!" kata Agneta sambil membuka celana Aku.
"Hmm.., CD model low cut dengan warna hitam nih..!" ujar Agneta sambil bergumam sendiri.
"Kamu tau aja kesukaan aku..!" kata Agneta, "Dan kamu seksi banget dengan CD warna gini, bikin aku sange juga tau..!" kalimat Agneta yang terakhir sebelum dia mulai ber-'karaoke'.
"Oohh, enak, sedot lagi donk yang kuat Net..!" kata Aku sambil mendesah.

Kurang lebih lamanya lima menit Agneta telah mengulum' kontol ku. Kemudian Agneta dengan sigapnya melepas seluruh baju, celana dan pakaian dalamnya.
"Nah, sekarang kamu baru boleh sentuh aku..!" kata Agneta.
Maka karena dari tadi Aku sudah menahan pengen banget nyentuh dia tapi tidak di izinkan, maka kesempatan ini tidak Aku sia-sia kan. Langsung saja Aku rebahkan Agneta di ranjang dan gantian Aku ciumi bibirnya, dan Agneta juga membalasya dengan tidak kalah ganasnya. Kemudian Aku turuni ciuman Aku ke daerah lehernya. Hmm, lehernya yang bersih itu Aku ciumi dan Aku jilati. Samar-samar Aku mendengar Agneta mulai mendesah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan memberikan komentar demi kemajuan blog ini :